Senin, 17 Maret 2014

puisi

Puisi Merindu – oleh Ika Fradika Sari

hari demi hari kita lalui bersama suka duka kita hadapi bersama canda tawa kita raih bersama kini kita harus berpisah dan akan kembali merindu pada kalian yang aku rasakan merindu hari hari yang kita lalui merindu suka duka yang kita hadapi merindu canda tawa yang kita raih Merindu – oleh Ika Fradika Sari

kita bersama

kita bersama


Pada suatu sekolah terdapat enam orang sahabat yang selalu bersama.Mereka telah dikenal oleh banyak orang yang terdapat pada sekolah mereka tersebut.namun dengan ketenaran mereka dimata semua orang menjadikan diri mereka menjadai angkuh,dengan kesombonganya oarang-orang yang berada disekitarnya tidak menyukainya.
 pada suatu hari keenam sahabat tersebut itu berejalan menuju depan halaman sekolah, tiba-tiba ada seorang anak yang memberanikan diri menegur kesombonagannya itu .
fhika : "hey kalian ! emang ini sekolah punya kalian ? seenaknya berkuasa dan berbuat semena-mena kepada kami semu ."
Selly : "eh elo , enggak punya etika banget sih jadi anak , elo berani banget yah sama kita .
Fhika : "kan kalian memang salah jadi saya berhak dong menegur kalian ."
Endah : "udah yuk guys kita pergi enggak penting banget berdabat sama dia ."
Nia dan Dania : "iyuh Tengil."
Selvi dan Selly :b "yuk yuk "
 Merekapun pergi meninggalkan fika , dan tanpa mereka sadari wali kelas mereka mendengarkan pembicaran mereka.
 Ibu ginapun menghampiri Fikha yang sedang duduk manis .
Ibu Gina : "Fikha kenpa kamu sendiri sajah ? tidak main sama mereka ?"
Fikha : "ehh Ibu , tidak bu .Fikakan tidak sederajat dengan mereka apalagi dengan Selly , Selvi , Dania , Nia, Endah , dan Tasya .
Ibu Gina : "Fikha tidak boleh berbicara seperti itu , semua manusia itu tidak ada yang sempurna .Ibu yakin mereka akan mau berteman dengan mu karana kamu adalah orang yang baik .
 Ibu Gina dan Fika pun ternyata tidak tahu bahwa keenam sahabat itu mendengarkan pembicaraannya.dan pada akhirnya merekapun sadar bahwa mereka tidak boleh merasa hebat dengan kemampuan yang mereka punya sekarang.Dan akhirnya mereka berenampun meminta maaf kepada Fikha dan akhirnya terbentuklah BHOURES COMUNTY yang beranggotakan Selly Yusnia , Selvi Nurjati , Endah Wahyuni , Dania Yisria Maulida , Nia Safitri , Tasya Khairunnisa , Rafikha Aulia Dewi

kisah remaja manis

 penuh warna dan berkesan. Begitu mungkin yang hendak diangkat sang penulis saat menggodok novel berjudul unik ini, Dealova. Genre remaja yang dipilhnya membuat novel ini memang segmented. Meski demikian, jangan remehkan sebab angka penjualannya cukup baik bahkan pernah dituangkan dalam sinema. Novel Dealova ini mungkin tidak legit tapi manis. Dunia remaja dengan segala kisah, baik itu cinta, cita dan persahabatan dikemas dengan baik sehingga pembaca seolah ikut lebur ke dalam ceritanya. Bagaimana garis besar cerita Dealova ini?

Tokoh sentralnya bernama Karra, seorang remaja yang digambarkan tomboy. Ia penyuka basket dan pandai bermain basket. Wajahnya cantik, ia berambut hitam panjang. Hal yang terbilang aneh, sebab rambut panjang biasanya identik dengan perempuan yang anggun. Karra sosok yang easy going, santai, namun saat emosinya mengubun, ia bisa berubah 180 derajat! Karra, oleh penulisnya, mewakili karakter remaja Indonesia secara umum. Karra sosok yang pintar tapi nakal. Ramah tapi cuek. Manja tapi sedikit angkuh. Pertentangan kecil khas anak muda yang memang masih dalam fase labil.



Kehidupan Karra cukup sempurna, dan bahkan mungkin menjadi idaman hampir semua remaja di dunia ini. Ia mempunyai seorang kakak, tampan, rupawan, sopan, baik hati, penyayang, pintar dan sederet karakter “maha” lainnya. Kakak Karra ini bernama Iraz. Ia cukup dekat dengan Karra. Kehidupan keluarga yang manis. Iraz, si kakak memiliki seorang sahabat yang juga sama rupawannya bernama Ibel. Ia menaruh hati pada Karra dengan menunjukkan perhatian dan menyenangkan hatinya. Ibel ini tipikal remaja yang senang bermain music. Ia jago bermain gitar dan suka warna biru. Saat sang kakak berangkat kuliah ke luar negeri, Karra “dititipkan” pada Ibel. Mulailah dinamika cinta yang dimulai dari benci dimainkan oleh penulis.

Sementara itu, tokoh lain bernama Dira hadir di hidup Karra. Sosoknya dibuat ketus, cuek dan terkesan kejam buat Karra.  Meski Karra kurang menyukainya, namun pada akhirnya ia memilih Dira ketimbang Ibel dan menjadi sepasang kekasih. Menarik? Tentu iya bagi remaja. Namun kisah cinta itu kemudian menjadi sesaat sebab ternyata Dira mengidap penyakit mematikan. Klise? Lumayan. Lantas bagaimana kelanjutan kisah cinta-benci-persahabatan ini? Mungkin ada baiknya jika Anda membacanya langsung. Meski ceritanya sangat sederhana, namun buku ini telah menorehkan prestasi yang seignifikan bahkan pernah dibuat film-nya. Jadi, tak ada salahnya meluangkan waktu untuk remaja manis bernama Karra ini, bukan?

Dari segi bahasa, penulis nyaman menggunakan kata-kata dan rangkaian kalimat yang mudah dimengerti. Khas anak remaja perkotaan. Hal ini menjadi poin yang bagus jika Anda mencari novel untuk hiburan. Dealova ini secara umum berkisah menganai betapa tipisnya batas antara benci dan cinta. Dan Sinopsis Novel Dealova ini hanya mengupas sebagian kisah di dalamnya. Untuk jatuh cinta, mungkin Anda harus membacanya secara penuh! Selamat berburu Dealova.

cerita kerudung merah

Cerita ini berkisah tentang seorang gadis bernama Kerudung Merah, yang mengenakan kerudung/jubah merah (di dongeng Perrault) atau topi sederhana (dalam versiGrimms' disebut topi merah kecil). Gadis itu berjalan melalui hutan untuk memberikan makanan kepada neneknya yang sedang sakit itu (jus anggur dan roti pisang).
Seekor serigala ingin memakan gadis itu, dan roti pisang dalam keranjang, tapi takut anjing kecil yang dibawanya. Dia mendekati si Kerudung Merah dan mengatakan kepadanya mau pergi kemana. Dia menyarankan gadis itu untuk memilih beberapa bunga. Sementara itu, serigala pergi ke rumah nenek dan berhasil masuk dengan berpura-pura menjadi gadis itu. Dia menelan seluruh tubuh nenek, (Dalam beberapa cerita, dia mengunci nenek di dalam lemari), dan menunggu gadis itu dengan menyamar sebagai nenek.
Ketika gadis itu tiba, ia melihat bahwa neneknya terlihat sangat aneh. Si Kerudung Merah kemudian berkata, "Telinga Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa mendengar suaramu lebih jelas, cucuku"), "Tapi, Nek, mata Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa melihatmu lebih jelas, sayangku"), "Tapi Nek tangan Nenek besar sekali!," ("Supaya aku bisa memelukmu dengan erat, sayangku") dan terakhir "Tapi Nek mulutmu besar sekali!" ("Supaya aku dengan gampang menangkapmu!"). Serigala langsung melompat tempat tidurnya dan menelan si Kerudung Merah, kemudian tertidur lelap.
Seorang penebang pohon (dalam Grimm Brothers, dan selalu dalam tradisi Jerman adalah seorang pemburu), entah bagaimana, datang untuk menyelamatkan dan membuka perut serigala yang masih tertidur dengan kapaknya. Si Kerudung Merah dan neneknya muncul tanpa terluka. Mereka mengisi tubuh serigala dengan batu-batu berat. Serigala terbangun dan mencoba melarikan diri, tetapi batu-batu itu menyebabkan dia ambruk dan mati.[3]

cerita beauty

Di prolog film, seorang peri menyamar menjadi seorang wanita tua yang ingin menginap semalam di istana seorang pangeran dengan bayaran setangkai mawar. Ketika sang pangeran mengusirnya, peri itu marah dan mengutuknya menjadi binatang atau biasa di sebut Beast mengerikan serta para pelayan juga dikutuk menjadi perabotan rumah tangga. Sang peri memberi Beast sebuah cermin ajaib di mana Beast dapat melihat tempat-tempat yang jauh. Sang peri juga memberi Beast mawar. Pada ulangtahun ke-21 Beast, kelopak mawar terakhir akan jatuh. Apabila sebelum kelopak mawar terakhir jatuh, Beast mencintai seseorang dan cintanya dibalas, Beast dan pelayan-pelayannya akan berubah menjadi manusia. Namun kalau yang terjadi sebaliknya, Beast dan pelayan-pelayan tidak akan dapat menjadi manusia lagi.
Bertahun-tahun kemudian, gadis cantik namun unik bernama Belle tinggal di kota kecil di Perancis bersama ayahnya Maurice yang merupakan seorang penemu. Belle sangat gemar membaca sehingga dia dianggap aneh oleh penduduk desa. Seorang pemburu sombong bernama Gaston berusaha meminang Belle.
Suatu ketika, Maurice hendak menunjukkan penemuan barunya ke sebuah pameran, meninggalkan Belle sendirian di rumah. Ketika Belle sedang membaca, Gaston datang untuk melamarnya. Belle menolak lamarannya.
Setelah Gaston pergi, Belle mendapati kuda yang dikendarai ayahnya, Philippe, pulang tanpa ayahnya. Belle tahu Maurice dalam bahaya, maka dia menyusul Maurice ke hutan. Ternyata Maurice tersesat dan dan diserang serigala. Ia menyelamatkan diri dengan masuk ke istana Beast, tetapi dia membuat Beast marah. Beast mengurung Maurice.
Belle berhasil menemukan ayahnya. Dia bersedia menukar dirinya dengan ayahnya, menjadi tawanan Beast. Walau Maurice tidak rela, Beast sudah memasukkan Maurice ke kereta yang membawa Maurice pergi. Belle sangat sedih dan dia bersikeras tidak mau berhubungan apa-apa dengan Beast.
Sementara itu, Beast sudah tertarik dengan Belle. Pelayan-pelayannyapun mendukung Beast untuk mengejar Belle. Lumiere, salah satu pelayan Beast, paling berambisi untuk menjadi manusia lagi. Beast memberi Belle kamar sendiri dan mengijinkan Belle ke semua ruang di istana kecuali West Wing, kamar Beast.
Di kamarnya, Belle berkenalan dengan Wardrobe dan Ibu Potts serta anak-anak Ibu Pot. Sebelumnya, Belle telah menolak tawaran makan malam Beast. Beast marah dan melarang siapapun memberikan Belle makan kalau Belle tidak mau makan dengan Beast.
Namun malam harinya, Belle lapar dan keluar kamar. Dia pergi ke dapur. Pelayan Beast tidak mendengarkan perintah Beast dan memmeri Belle makan malam bagaikan pesta. Bahkan setelah makan, Belle tur keliling istana bersama Lumiere dan Cogsworth.
Belle malah tertarik ke West Wing. Saat dia masuk ke sana, Belle menemukan bunga mawar Beast. Dia membuka penutupnya dan saat yang bersamaan, Beast datang dan membentak Belle untuk pergi. Belle terkejut. Dia memutuskan untuk meninggalkan Beast tidak peduli janjinya.
Di hutan, Belle diserang serigala. Untunglah Beast segera datang menyelamatkannya, tetapi Beast sendiri malah terluka. Belle mengurung niatnya untuk kabur dan membawa Beast kembali ke istana. Belle membalut luka Beast, berterimakasih pada Beast. Sejak itu, hubungan mereka mulai membaik.
Beast hendak memberi Belle kejutan, yaitu sebuah perpustakaan. Belle sangat gembira ketika dia mendapat kejutan ini.
Selanjutnya, Belle dan Beast sarapan bersama. Belle mengajari tata cara makan pada Beast. Merekapun bermain salju dengan burung-burung. Mereka juga membaca buku bersama.
Beast mengadakan sebuah pesta dansa romantis untuk Belle. Keduanya berdandan. Belle mengenakan gaun kuningnya yang menjadi ciri khasnya. Setelah makan malam, Belle dan Beast berdansa dengan lagu Beauty and the Beast mengalun. Seusai dansa, Belle dan Beast pergi ke balkon.
Beast hendak menyatakan cintanya pada Belle namun dia belum berani. Belle malah teringat ayahnya. Beastpun menunjukkan cermin ajaibnya pada Belle sehingga Belle dapat melihat kondisi ayahnya. Ternyata Maurice sakit. Belle ingin menjenguknya. Beast, hatinya sudah menjadi lembut, membebaskan Belle dari tawanannya. Beast juga memberi Belle cermin ajaibnya supaya Belle masih bisa melihat Beast kalau dia rindu Beast.
Kembali di desa, Belle dan ayahnya berhadapan dengan Gaston yang jahat. Gaston telah membawa seorang petugas asilum untuk menangkap Maurice kalau Belle menolak menikahinya. Maurice dipancing untuk mengatakan soal Beast dan Belle terpaksa mengeluarkan cermin ajaibnya untuk membuktikan Beast benar-benar ada dan ayahnya tidak bohong. Belle terlihat mencintai Beast sehingga Gaston cemburu. Gaston menghasut penduduk bahwa Beast itu jahat dan akan mencuri anak-anaknya. Belle dan Maurice dikurung di ruang bawah tanah di rumah Belle sementara Gaston dan penduduk pergi ke hutan mencari Beast.
Dengan bantuan Chip dan mesin ciptaan Maurice, anak Ibu Potts, Belle dan Maurice berhasil keluar. Mereka menyusul ke istana Beast. Sementara pelayan-pelayan Beast menanggapi penduduk yang menyerang, Gaston mencari Beast.
Gaston berusaha menyerang Beast. Awalnya Beast masih terlalu sedih untuk menanggapi Gaston. Belle yang datang memohon Gaston untuk berhenti. Kedatangan Belle membuat Beast bersemangat. Beast, memenangkan peperangan, tidak jadi membunuh Gaston dan melepaskannya. Namun Gaston dengan licik menusuk Beast dari belakang. Gaston sendiri jatuh dari menara dan meninggal karena kehilangan keseimbangan.
Belle mengira Beast sudah meninggal. Dia mengakui bahwa dia mencintai Beast sebelum kelopak mawar terakhir jatuh. Beast berubah menjadi manusia. Ketika dia dan Belle berciuman, seluruh istana menjadi indah kembali. Para pelayan menjadi manusia lagi. Film berakhir ketika Belle dan Beast menari di ruang dansa, dilihat Maurice dan orang banyak, termasuk pelayan-pelayan Beast.

banung lautan api

SUATU hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api. 

Insiden Perobekan Bendera 

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia. 

Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.

Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan. 

Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.


Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan. 

Bandoeng Laoetan Api 

Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.


Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api. 

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.

Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.

Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air”
A.H Nasution, 1 Mei 1997
Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. 

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judulBandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api. 

cerita putri salju

Suatu waktu, hiduplah seorang Ratu di sebuah kerajaan. Ratu ini adalah wanita tercantik di seluruh negeri dan sangat bangga dengan kecantikannya. Ratu memiliki Cermin Ajaib yang dapat menjawab setiap pertanyaan. Setiap pagi, Ratu berdiri di hadapan Cermin Ajaib dan bertanya kepada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Setiap hari pula Cermin Ajaib akan menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini”.
Suatu hari, saat pertengahan musim dingin, saat salju jatuh seperti bulu dari langit, Ratu duduk di dekat jendela yang dipigura oleh kerangka kayu berwarna hitam. Sambil menjahit, dia menatap salju hingga tak sengaja jarinya tertusuk jarum jahit. Tiga tetes darah jatuh dari jari Ratu yang terluka. Darah tersebut jatuh di atas salju, merah di atas putih, tampak begitu cantik. Melihatnya, Ratu kemudian berpikir, “Andai saja aku punya anak dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam bingkai jendela ini”. Tak lama kemudian, sang Ratu pun memiliki anak dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam bingkai jendela. Dia dipanggil, Putri Salju.
Waktu terus berjalan dan Putri Salju tumbuh menjadi gadis remaja. Kecantikannya sudah melampaui kecantikan Ratu. Suatu hari, Ratu kembali bertanya kepada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Saat itu Cermin Ajaib menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku”. Sejak saat itu, Ratu pun menjadi benci kepada Putri Salju. Ratu merasa kecantikannya tersaingi oleh Putri Salju. Ratu berpikir untuk menyingkirkan Putri Salju sehingga dia akan kembali menjadi wanita tercantik di negeri ini.
Ratu pun memanggil pemburu dan menyuruhnya membawa Putri Salju ke hutan. Pemburu itu diperintahkan untuk menikam Putri Salju sampai mati, dan membawa paru-paru dan hati Putri Salju kembali ke Ratu. Ratu ingin memasak paru- paru dan hati Putri Salju dengan garam dan memakannya, untuk melampiaskan kebenciannya kepada Putri Salju.
Pemburu pun mengajak Putri Salju ke hutan. Ketika pemburu mengambil pisau berburu untuk menusuk Putri Salju, Putri Salju mulai menangis, dan memohon sungguh-sungguh agar pemburu itu tidak membunuhnya. Putri Salju berjanji untuk melarikan diri ke hutan dan tidak pernah kembali. Pemburu merasa kasihan padanya dan ia berpikir untuk melepaskan Putri Salju. Jika Putri Salju berlari ke dalam hutan, maka Putri Salju akan dimakan oleh binatang buas. Maka pemburu pun melepaskan Putri Salju dan menyuruhnya berlari ke dalam hutan.
Untuk memenuhi permintaan Ratu agar membawa paru- paru dan hati Putri Salju, maka pemburu itu membunuh seekor babi hutan. Paru- paru dan hati babi hutan tersebut diambil oleh pemburu dan dibawanya kembali ke Ratu, sebagai bukti bahwa pemburu tersebut telah membunuh Putri Salju. Ratu pun memasaknya dengan garam dan memakannya, mengira bahwa ia telah memakan paru- paru dan hati Putri Salju.
Putri Salju sekarang sendirian di hutan besar. Dia sangat takut dan mulai berlari. Dia berlari di atas batu-batu tajam dan ranting- ranting pohon sepanjang hari. Akhirnya, saat matahari hampir terbenam, ia datang ke sebuah rumah kecil. Rumah ini milik tujuh kurcaci. Mereka sedang bekerja di tambang dan saat itu sedang tidak berada di rumah. Putri Salju pun masuk ke dalam dan menemukan segala sesuatunya lebih kecil, tetapi tersusun rapi dan teratur. Ada meja kecil dengan tujuh piring kecil, tujuh sendok kecil, tujuh pisau kecil dan garpu, tujuh cangkir kecil, dan di dinding ada tujuh tempat tidur kecil.
Putri Salju merasa lapar dan haus sehingga dia memutuskan untuk mengambil sedikit sayuran dan roti dari setiap piring dan minum setetes anggur dari setiap gelas. Karena begitu lelah, dia pun tidur di salah satu tempat tidur. Ketika malam datang, tujuh kurcaci kembali dari tempatnya bekerja. Mereka menyalakan tujuh lilin kecil mereka , dan melihat bahwa seseorang telah berada di rumah mereka. Kurcaci pertama berkata, “Siapa yang telah duduk di kursiku?”. Kurcaci kedua berkata, “Siapa yang telah makan dari piringku?”. Kurcaci ketiga berkata, “Siapa yang telah makan rotiku?”. Kurcaci keempat berkata, “Siapa yang telah makan sayuranku?”. Kurcaci kelima berkata, “Siapa yang makan menggunakan garpuku?”. Kurcaci keenam berkata, “Siapa yang telah memotong dengan pisauku?”. Kurcaci ketujuh berkata, “Siapa yang telah minum dari cangkirku?”.
Mereka merasa heran dan penasaran, siapakah orang yang telah masuk ke rumah mereka. Kemudian mereka menemukan Putri Salju sedang tidur di salah satu tempat tidur mereka. Ketujuh kurcaci itu pun berlari mengelilingi Putri Salju dan berseru takjub, “Dia begitu cantik”. Mereka sangat menyukai Putri Salju dan membiarkannya tidur di tempat tidur mereka.
Putri Salju bersama 7 kurcaciKetika Putri Salju terbangun, mereka menanyakan siapa dia dan bagaimana dia telah menemukan jalan ke rumah mereka. Putri Salju bercerita bagaimana ibunya telah mencoba membunuhnya, bagaimana pemburu membiarkannya hidup, bagaimana ia menjalankan seluruh hari, hingga akhirnya datang ke rumah mereka. Para kurcaci merasa kasihan dan mengijinkan Putri Salju tinggal di rumah mereka dengan syarat Putri Salju harus mencuci baju, membersihkan rumah, memasak, dan mencuci untuk mereka. Selain itu, mereka juga memperingatkan Putri Salju untuk tidak membiarkan siapa pun masuk ke dalam rumah mereka.
Sementara itu di istana, Ratu berpikir bahwa dia kembali menjadi wanita tercantik di seluruh negeri. Ratu pun kembali bertanya kepada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Cermin Ajaib pun menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku”. Ratu pun terkejut dan tahu bahwa pemburu sudah menipunya. Dia pun segera mencari Putri Salju dan akan membunuhnya sendiri, karena Ratu tidak akan tenang sampai Cermin Ajaib mengatakan bahwa Ratu adalah wanita tercantik di seluruh negeri, bukan Putri Salju.
Ratu pun berpikir keras untuk dapat membunuh Putri Salju. Dia menyamar sebagai wanita tua penjual pakaian dan merias wajahnya sedemikian rupa sehingga tidak ada seorang pun yang mengenalinya. Ratu pun pergi ke rumah kurcaci dan mengetuk pintunya, “Buka. Bukalah. Aku wanita tua penjual pakaian”. Putri Salju tidak mengizinkan wanita tua itu masuk, sesuai dengan pesan para kurcaci. Putri Salju hanya mengintip dari jendela dan bertanya, “Apa yang kamu miliki?”. “Korset tali, Nak,” kata wanita tua dan ditunjukkannya satu korset tali yang dijalin dari sutra kuning, merah, dan biru. Putri Salju menyukainya dan membeli korset itu untuknya. Saat dia memasang korset itu, wanita tua menawarkan untuk membantunya, “Kamu tidak memasangnya dengan benar, kemarilah, aku akan melakukannya dengan lebih baik,” dan wanita tua itu menarik tali korset dengan begitu ketat sehingga Putri Salju tidak bisa bernafas. Putri Salju pun jatuh dan seolah- olah ia sudah mati. Wanita tua itu merasa puas dan kembali ke istananya.
Malam pun datang dan ketujuh kurcaci kembali dari tambang. Mereka menemukan Putri Salju tergeletak. Mereka mengangkatnya dan menemukan bahwa Putri Salju mengikat tali korset terlalu erat. Ketujuh kurcaci pun memotong tali korset sehingga Putri Salju dapat kembali bernafas. “Pasti itu adalah Ratu yang coba membunuh kamu. Hati- hatilah. Jangan biarkan orang lain masuk lagi,” kata ketujuh kurcaci.
Putri Salju dan 7 kurcaci
Sementara itu di istana, Ratu berpikir bahwa dia kembali menjadi wanita tercantik di seluruh negeri. Ratu pun kembali bertanya kepada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Cermin Ajaib pun menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku”. Ratu kembali terkejut. Dia pun menyusun rencana baru untuk membunuh Putri Salju. Ratu pun membuat sisir beracun.
Ratu kembali menyamar menjadi penjual sisir dan mengetuk pintu rumah tujuh kurcaci. Putri Salju tidak memperbolehkannya masuk. Lalu Ratu mengeluarkan sisir dan mengatakan bahwa dia penjual sisir. Putri Salju pun membukakan pintu dan membeli sisir. “Ayo, biarkan aku menyisir rambutmu,” kata wanita penjual. Dia baru saja menempelkan sisir ke rambut Putri Salju, sehingga membuat gadis itu jatuh dan mati. “Itu akan membuatmu terbaring di sana,” kata Ratu.
Para kurcaci pulang tepat pada waktunya. Mereka melihat apa yang telah terjadi dan menarik sisir beracun dari rambut Putri Salju. Putri Salju membuka matanya dan hidup kembali. Dia berjanji pada kurcacil untuk tidak membiarkan siapa pun masuk ke rumah tujuh kurcaci.
Sementara itu di istana, Ratu berpikir bahwa dia kembali menjadi wanita tercantik di seluruh negeri. Ratu pun kembali bertanya kepada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Cermin Ajaib pun menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku”. Ratu sangat marah, “Putri Salju akan mati, walaupun imbalannya adalah nyawaku!”
Ratu masuk ke kamar rahasia nya dan membuat apel beracun. Esoknya dia menyamar sebagai wanita tua penjual apel. Wanita tua itu menawarkan apel kepada Putri Salju. Putri Salju menolaknya. “Jika kamu tidak ingin, aku tak bisa memaksamu,” kata wanita tua, “Jika kamu takut, maka aku akan memotong apel menjadi dua dan makan setengahnya. Ini, kamu makan setengah yang kemerahan”. Apel itu dibuat begitu berseni dan hanya setengah yang beracun. Ketika Putri Salju melihat bahwa wanita tua itu makan separuh bagian dari apel itu, keinginan untuk mencicipi semakin kuat, sehingga ia akhirnya membiarkan tangan wanita tua itu memberikan apel yang setengah lainnya melalui jendela. Putri Salju menggigit apel tersebut, belum sampai habis Putri Salju sudah jatuh ke tanah dan mati.
Ratu sangat senang. Dia pulang ke istana dan bertanya pada Cermin Ajaib, “Wahai Cermin Ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik di negeri ini?”. Cermin Ajaib pun menjawab, “Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini”. Ratu senang karena sekarang dia kembali menjadi wanita paling cantik di negeri ini.
Malam itu para kurcaci pulang dari tambang. Putri Salju tergeletak di lantai, dan dia sudah mati. Mereka tidak bisa menghidupkan kembali. Mereka membaringkannya di atas usungan dan ketujuh kurcaci tersebut duduk di sampingnya, menangis selama tiga hari. Mereka akan menguburkan dia, tapi mereka melihat bahwa dia tetap segar. Dia tidak terlihat seperti orang mati, dan dia masih memiliki pipi merah cantik. Mereka membuat peti kaca untuk Putri Salju, dan meletakkan Putri Salju di dalamnya, sehingga dia bisa dilihat dengan mudah. Mereka menulis nama Putri Salju di atas peti dalam huruf-huruf emas, dan salah satu dari mereka selalu tinggal di rumah dan terus mengawasinya.
Putri Salju dan PangeranSuatu hari seorang Pangeran muda datang ke rumah kurcaci dan ingin tempat bermalam. Ketika dia masuk ke ruang tamu mereka, dia melihat Putri Salju terbaring di peti kaca, begitu cantik diterangi oleh tujuh lilin kecil. Pangeran meminta mereka untuk memberikan kepadanya, karena dia tidak bisa hidup tanpa bisa melihatnya. Ketujuh kurcaci kasihan kepada Pangeran itu dan memberikan peti kaca berisi Putri Salju kepada Pangeran.
Pangeran itu itu membawa peti mati ke istanaya dan ditempatkan di sebuah ruangan di mana ia duduk di sampingnya setiap hari. Setiap dia pergi, Peti kaca Putri Salju dibawa juga bersamanya. Pegawai istana yang selalu membawakannya untuk Pangeran. Suatu hari mereka sangat marah tentang hal ini, karena harus membawa peti kaca ke manapun Pangeran pergi. Salah satu dari mereka membuka peti kaca, mengangkat tegak Putri Salju, dan berkata, “Kami terganggu sepanjang hari, hanya karena seorang gadis yang mati,” dan ia memukul punggung Putri Salju dengan tangan. Kemudian potongan apel yang mengerikan keluar dari mulut Putri Salju dan Putri Salju hidup kembali. Akhir dari cerita ini adalah pernikahan antara Pangeran dan Putri Salju.
Putri Salju dan Pangeran